RSS

Sabtu, 29 Oktober 2011

Permasalahan Dalam Keluarga

Jika kita hidup dalam sebuah lingkungan keluarga yang kecil, sedang maupun besar, hal yang tak pernah luput menjadi perbincangan sehari-hari dalam lingkungan keluarga ialah masalah. Semua orang pasti ingin keluarganya jauh dari masalah-masalah yang berat dan yang mereka anggap terlalu berat. Sebenarnya, masalah dalam keluarga itu jika dapat diselesaikan secara bersama-sama, maka hubungan kekeluargaan bisa semakin erat, jadi tidak jarang dalam beberapa lingkungan keluarga, ada banyak masalah yang bisa membuat hubungan antar anggota keluarga semakin dekat. Saya ambil contoh keluarga teman saya, beberapa bulan lalu, keluarganya dihadapi masalah, adiknya terserang penyakit demam berdarah, awalnya ayah dan ibunya lebih sibuk mengurus urusan pekerjaannya, menurut teman saya, ayahnya jarang memperhatikan dan memberi kasih sayang kepada kedua anaknya, namun pada saat mengetahui kondisi anaknya yang sedang sakit, sang ayah langsung menyingkirkan urusan pekerjaannya dan setelah sembuh hubungan keluarganya menjadi lebih erat. Dari contoh kisah diatas, kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa masalah keluarga tadi bisa mendekatkan hubungan antar anggota keluarga.
            Masalah dalam keluarga merupakan aspek kehidupan yang pasti ada dalam lingkungan keluarga. Masalah yang sering kita liat di sekeliling kita, ialah Ekonomi. Ekonomi merupakan masalah yang bisa berujung pada masalah yang lebih besar lagi, misalnya perceraian, bunuh diri(seperti kasus bunuh diri ibu anak karena tidak mampu membiayai kehidupan anak-anaknya beberapa tahun lalu). Di masa sekarang ini, kita bisa melihat keluarga-keluarga sekeliling kita, kita coba mengamati permasalahan ekonomi keluarga yang hidup dalam kekurangan ekonomi atau bisa dibilang keluarga yang hidup dalam kemiskinan.Banyak keluarga yang hidup kekurangan berawal dari kemalasan individual maupun seluruh anggota keluarganya, masalah ekonomi ini banyak terdapat di kota-kota besar. Masalah ini dapat diatasi dengan kesadaran seluruh anggota keluarga paling tidak kepala keluarga untuk dapat lebih berusaha dalam mencari nafkah untuk penghidupannya yang lebih layak . 
Ada juga yang berawal dari keterbatasan fisik maupun mental individu yang dulunya menjadi tumpuan keluarga. Masalah yang seperti ini biasanya dapat diatasi dengan kesadaran dari anggota keluarga lainnya untuk mengubah strata sosial. Jika kepala keluarga yang mengalami keterbatasan tadi, mungkin sang istri bisa mengganti kedudukan suami dalam konteks mencari nafkah.
            Selanjutnya, masalah dalam bidang sosial. Hampir seluruh anggota keluarga pernah mengalami permasalahan ini , mulai dari kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua, sampai perceraian orang tua. Kedua orang tua merupakan sosok manusia yang paling penting bagi seorang anak, karena yang pertama kita kenal dalam kehidupan kita adalah orang tua, orang tua kitalah yang mengajarkan tentang kehidupan yang kita jalani sekarang, orang tua kitalah manusia yang memberikan kasih sayang terbesar kepada kita, namun apa jadinya jika orang tua malah jarang memperhatikan kita dan memberi kasih sayang ?? Bagi sebagian anak, kadang mereka menganggap bahwa orang tua mereka jarang memberikan kasih sayang, namun saya yakin sejahat-jahatnya orang tua, pasti dalam hati mereka, mereka sangat sayang sama anak-anaknya, hanya saja, mungkin cara mereka dalam memberikan kasih sayang tidak dapat dipahami anak-anaknya. Menurut saya, cara yang paling penting dalam mengatasi masalah seperti ini adalah dengan komunikasi, orang tua yang baik ialah orang tua yang bisa mengerti dan memahami anaknya, mengerti dan memahami bukan berarti menuruti semua permintaan anaknya, tapi dengan cara membicarakan masalah-masalah yang dialami anaknya serta pendekatan psikologis ke anak sehingga masalah sosial apapun dapat teratasi. Jika masalah sosial dibiarkan , maka akan berdampak pada lingkungan di luar keluarga. Kita dapat mengamati masalah kenakalan remaja yang saat ini melanda anak-anak usia sekolah. Salah satu faktor penyebab timbulnya kenakalan remaja adalah masalah sosial dalam keluarga. Kesalahan orang tua dalam mendidik serta ketidak pahaman orang tua dalam metode pendekatan adalah salah satu sumber timbulnya kenakalan remaja tadi. Keluarga seharusnya menjadi media pendidikan psikologis serta pendidikan sosial, sehingga jika anggota keluarga telah berbaur dengan masyarakat, nilai-nilai sosial di masyarakat dapat dikembangkan sesuai pendidikan sosial dalam keluarga tadi.

Kamis, 20 Oktober 2011

Pengertian masyarakat


Definisi masyarakat

Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Manusia merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat.

Upaya Pemecahan Masalah Yang Muncul di Masyarakat (Masalah Sosial)

Masalah sosial ini muncul seiring dengan terjadinya perbedaan yang signifikan antara nilai dalam masyarakat dengan realita atau kenyataan yang terjadi di lapangan. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh masyarakat sendiri, biasanya oleh lembaga yang memang memiliki kewenangan khusus, seperti tokoh masyarakat, musyawarah masyarakat, organisasi sosial, atau pemerintah.
Masalah sosial yang ditemui di masyarakat biasanya sangat beragam. Namun, dari keberagaman itu sebenarnya masalah sosial ini dapat dikategorikan ke dalam 4 faktor penyebab utamanya, yakni sebagai berikut.
  1. Faktor ekonomi, biasanya berupa kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya.
  2. Faktor budaya; biasanya berupa perceraian, kenakalan remaja, dan sebagainya.
  3. Faktor biologis; biasanya berupa penyakit menular, keracunan makanan, dan sebagainya.
  4. Faktor psikologis; biasanya berupa penyakit syaraf, aliran sesat, dan sebagainya.
Keberadaan masalah sosial di tengah kehidupan masyarakat dapat diketahui dengan melakukan beberapa proses dan tahapan analitis. Tahapan analitis ini dilakukan dengan melakukan diagnosis. Adapun proses pendiagnosisan masalah sosial ini dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yakni Person Blame Approach dan system blame approach.
Person Blame Approach adalah pendekatan untuk memahami masalah sosial yang berada pada level individu. Artinya, yang menjadi unit analisis utamanya adalah si individu itu. Dari proses analisis ini dapat diketahui penyebab terjadinya masalah sosial pada level individu. Biasanya, penyebab masalah sosial di level ini berupa kondisi fisik maupun psikis dari tiap-tiap individu.
Sementara itu, pendekatan kedua, yakni system blame approach, merupakan sebuah pendekatan yang menjadikan sebuah sistem yang digunakan dalam masyarakat sebagai unit analisis utamanya. Dari dua pendekatan tadi dapat disimpulkan bahwa masalah sosial ini bisa muncul karena adanya “kesalahan” individu dan “kesalahan” sistem dalam sebuah masyarakat.
Masalah sosial sebagai sebuah kondisi atau keadaan suatu masyarakat yang dapat mengganggu perwujudan kesejahteraan sosial tentu membutuhkan suatu penanganan , perbaikan, dan perubahan. Jadi, upaya penanganan masalah sosial ini harus dilakukan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat itu sendiri agar hasilnya maksimal.

Rabu, 12 Oktober 2011

Pertumbuhan penduduk di Indonesia

Kepadatan penduduk merupakan salah satu masalah yang selalu di hadapkan oleh pemerintah di Indonesia, ada banyak faktor terjadinya kepadatan penduduk yang tidak terkontrol salah satunya adalah tidak sadarnya pemerintah dan warga Negara Indonesia bahwa pertumbuhan penduduk yang semakin banyak harus di imbangi dengan fasilitas sosial, ekonomi, kesehatan, lahan dan lain-lain. Hal ini dapat menyababkan terjadinya bencana karena setiap orang membutuhkan makan, lapangan pekerjaan, tempat tinggal, dan hidup yang layak, sementara apa yang dibutuhkan nya tadi sangat terbatas.
Pada awal pembangunan suatu masyarakat masih menunjukan angka pertumbuhan penduduk yang rendah, karena angka kelahiran dan kematian yang tinggi. Banyak bayi yang lahir, tetapi juga banyak orang yang meninggal karena berbagai sebab. Ketika teknologi kedokteran dan fasilitas kesehatan meningkat, angka kematian pun turun dengan cepat. Kalau turunnya angka kematian ini tidak disertai dengan penurunan angka kelahiran, terjadilah ”peledakan penduduk”.
Kondisi ini diperparah dengan stigma di masyarakat bahwa banyak anak, banyak rezeki.“Anak itu rejeki, itu betul. Tapi di satu sisi lain, anak itu juga amanah, tanggung jawab. Jadi kalau kita tidak bisa mendidik dengan baik, itu suatu kesalahan besar bagi orang tua,”
Jadi jumlah yang lahir jauh lebih banyak dari yang meninggal. Akibatnya, angka pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat. Peledakan penduduk ini dapat mengacaukan pembangunan ekonomi dan mengganggu kesejahteraan keluarga. Pendapatan masih rendah, sementara banyak anak yang harus diurus. Kualitas anak tidak terjamin sehingga sulit keluar dari perangkap kemiskinan.
Dengan demikian, dalam kurun sepuluh tahun terakhir jumlah anak bangsa bertambah sekitar 35 juta orang. Jika pertumbuhan penduduk itu gagal dikendalikan, pada 2100 bukan tak mungkin jumlah orang yang mendiami negeri kita tercinta ini mencapai satu miliar!!! Yang lebih mengerikan lagi, 60% penduduk kita berada di Pulau Jawa yang luasnya hanya 10% dari total luas Indonesia.
Akibat dari pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol adalah terjadinya kemiskinan yang merajalela. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak memiliki pendidikan yang cukup dan tidak adanya lapangan pekerjaan yang memadai. Selain itu, naiknya angka kemiskinan dapat menyebabkan naiknya pula angka kriminalitas, karena bagi seseorang yang kurang mampu melakukan tindakan kriminal adalah sebuah cara cepat untuk mendapatkan uang.
Salah satu solusi dari peningkatan angka pertumbuhan penduduk adalah program pemerintah yaitu program keluarga berencana ( KB ). Tetapi dalam penerapanya masih kurang sempurna, jadi tak ada cara lain, pemerintah harus merevitalisasi program Keluarga Berencana yang kini masih sayup-sayup. Revitalisasi mesti dibarengi pembuatan desain kependudukan, juga political will yang jelas dari para pemimpin tertinggi di negeri tercinta ini.
Selain keluarga berencana ( KB ), ada beberapa solusi lain diantaranya adalah transmigrasi. Luas daratan wilayah Indonesia 1.904.345 km persegi yang terdiri dari beribu-ribu pulau besar dan kecil. Untuk mencapai pemerataan dan keseimbangan dalam penyebaran penduduk maka salah satu jalan dalam mengatasi masalah kependudukan ialah dengan mengadakan transmigrasi. Transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain dalam wilayah Indonesia umumnya orang-orang yang mengikuti program transmigrasi berasal dari Jawa, Madura, dan Bali, mereka biasanya ditempatkan di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan Nusantara.
Pulau Kalimantan yang merupakan salah satu pulau besar di Indonesia dan memilki jumlah penduduk yang relatif sedikit menjadi salah satu tempat tujuan transmigrasi. Wilayah ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan pertanian, dengan lahan yang masih luas dan tanah yang subur terbuka peluang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi para transmigran.
Pemerataan penduduk melalui transmigrasi dianggap penting mengingat kekayaan alam yang merupakan modal pokok dalam pembangunan nasional masih terpendam dalam bumi Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

A. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk
Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu :
a.Kelahiran (natalitas)
b.Kematian (mortalitas)
c.Migrasi  (perpindahan)

Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian.

Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut:

a. Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :

1.Kawin usia muda
2.Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
3.Anakmenjadiharapanbagiorangtuasebagaipencarinafkah
4.Anak merupakan penentu status sosial
5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

b. Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas)
antara lain

1.Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
2.Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
3. Semakin banyak wanita karir



It's my biografi

Pertama saya ingin memperkenalkan nama saya , nama saya Anggun Fitria Sualangi , tapi saya biasa dipanggil Tata . Saya lahir dan besar di Depok , tepatnya tanggal 09/04/1992 . Saya hanyalah seorang gadis biasa yang ingin hidupnya selalu bahagia , tapi saya tau hal itu gak mungkin . Hmm saya ga tau ya seperti apa saya di mata keluarga , teman , dan sahabat saya , karena biarlah mereka yang menilai saya seperti apa , tapi saya itu orangnya moody an banget .

Waktu kecil saya punya cita-cita untuk jadi seorang dokter , it's my dream job , tapi sampe sekarang gak kesampaian , yaudahlah . Dan untuk sekarang ini cita-cita saya adalah membawa keluarga saya keliling dunia , amien mudah-mudahan keinginan saya ini didengar Allah SWT :) .

Saya suka banget sama film dan musik , untuk film saya suka banget sama film Final destination , The black swan and Mission impossible , it's great :) . Kalo untuk musik , saya suka sama band Muse , i very like that . Untuk musik Indonesia saya suka penyanyi Raisa :) . Hmm kalo untuk hobby , saya gak punya hobby yang spesifik sih , cuma untuk sekarang ini saya lagi suka bersepeda , bagus lah buat kesehatan . Untuk makanan favorit , saya adalah penggemar berat masakan rumah alias masakan buatan mama , ga ada yang lebih enak selain itu hmm lebay . Oh iya satu lagi , saya adalah penggemar berat klub sepak bola Barcelona hahaha , viva barcelona .

Untuk masalah tempat wisata , saya punya 1 tempat yang pasti the best recomendation lah , tempatnya adalah Pantai Indah Pangandaran , Subhanallah surga dunia banget tempatnya , saya pernah coba snorkling disana dan nggak bakal nyesel lah pernah kesitu :) . Kalo untuk hal yang saya takutin adalah BENCONG , Astagfirullah , ya emang sih mereka juga manusia , tapi saya pernah punya pengalaman yang membuat saya jadi takut sama makhluk tersebut , oh my god . Saya type orang yang gak suka dibihongin ( walaupun saya sendiri juga sering bohongin orang sih hehe ) dan paling gak suka sama orang yang suka basa basi , i don't like that ..

Saya sangat suka dengan istilah " Talk less do more " , sedikit bicara banyak bertindak , it's a good term . Saya juga punya motto kehidupan yang saya pernah dengar dari seorang tokoh , mottonya adalah " Jangan pernah anda melihat masa lalu anda , tapi jangan pernah anda lupakan masa lalu tersebut , karena pengalaman di masa lalu akan selalu mengajari anda untuk mencapai hidup yang lebih baik lagi "

Iya itulah yang bisa saya sampaikan tentang diri saya , dan satu lagi tentang saya , I'm not an extraordinary people ...